Photo: Europens.co.uk
Oleh Alifia Salsabila
Disuatu pagi yang cerah, Neli sedang berjalan-jalan
berkeliling komplek. Diperjalanan, Neli mendengar ada suara riuh dibalik
semak-semak. Semakin lama, suara itu semakin riuh. Rasa penasaran neli semakin
menjadi. Neli akhirnya mendekat dan melihat apa ayng ada di balik semak-semak
itu
“Hah…Peri?” Kata neli
terkejut.
“Triiiing…Triiing” Suara
riuh dari peri-peri tersebut.
Tak lama setelah itu,
peri-peri itu pergi ke angkasa dan menjauh Neli melihat ada sebuah pulpen bewarna
ungu yang berkilauan.
“Wow! Cantik sekali
pulpen ini, aku bawa pulang saja deh”. Kata Neli sambil mengambil pulpen yang
tergeletak di atas tanah. Neli langsung berjalan pulang menuju rumahnya.
*
Sesampainya dirumah, Neli langsung menuju kamarnya dan
mencba menulis menggunakan pulpen ungu tersebut. Alangkah terkejutnya Neli
melihat tulisannya yang kacau balau menjadi rapid an cantik.
“Tulisanku kenapa jadi
rapi ya?”. Neli bertanya-tanya sendiri.
*
Malamnya,
Neli bermimpi bahwa dia masuk kedalam suatu negeri yang penuh dengan peri. Neli
melihat pembuatan pulpen ajaib. Salah satu pulpen yang ada disana mirip dengan
pulpen yang tadi pagi ditemukannya. Neli mendengar pembicaraan Ratu peri dengan
peri pemilik pabrik tersebut.
“Ratu, aku memproduksi
pulpen ajaib ini agar semua anak diseluruh dunia mempunyai tulisan yang rapi”.
Kata peri pemilik pabrik.
“Oo, apakah si anak
mempunyai tulisan yang rapi hanya dengan memakai pulpen ajaib itu?. Tanya ratu.
“Tidak Ratu, aku akan
mengubah pulpen ajaib ini menjadi pulpen biasa setelah si anak terbiasa dengan
tulisan rapinya itu”. Jawab peri pemilik pabrik.
“Ooo… Baiklah”. Kata
Ratu.
*
“Hah! Mimpiku semalam
tentang pulpen itu”. Kata Neli yang terbangun dari tidurnya. Neli dengan sigap
mengambil pulpen dan kertas lalu langsung menulis.
“Wah, tulisanku jadi
makin rapi” Kata Neli senang
Tapi, Cahaya dari pulpen
tersebut lama-lama hilang.
“Hah!, cahayanya hilang.
Apa ini yang dimaksud peri itu mengubah pulpen ini menjadi pulpen biasa”. Kata
Neli.
Tulisan Neli jadi semakin
rapi. Pulpen ajaib yang tadinya sangat ajaib, sekarang menjadi pulpen biasa.
Neli selalu membawa
pulpen itu kemana saja. Tulisan neli juga rapi jika tidak memakai pulpen ajaib
itu.
Tamat

0 Komentar